Rabu, 04 November 2020

Rangkuman Buku Fiksi dan NonFiksi


Buku Fiksi dan NonFiksi


Buku Fiksi

PENGERTIAN FIKSI

Teks cerita fiksi adalah suatu karya sastra yang berisi cerita rekaan, yang didasari imajinasi pengarangnya ( bukan kejadian nyata ), dan hanya berdasarkan angan angan fantasi pengarang.


STRUKTUR FIKSI

Struktur teks cerita fiksi tak jauh berbeda dengan struktur cerpen. Dimana struktur cerita fiksi terdiri dari 6 unsur berikut

1. Abstrak, bagian ini adalah bagian opsi, yang boleh ada dan boleh tidak ada dan bagian ini juga menjadi suatu inti dari sebuah karangan teks cerita fiksi

2. Orientasi, bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh yang terlibat dalam cerita dan bagian ini pula yang menjadi bagian awal dari penjelasan dari teks cerita fiksi di sebuah novel

3. Komplikasi, pada bagian ini saat saat dimulainya suatu permasalahan ( munculnya masalah) dari tesk cerita fiksi dan menjadi daya tarik tersendiri pembaca pada sebuah novel

4. Evaluasi, pada bagian ini jika dalam teks novel adalah bagian pemecahan masalah atau penyelesaian masalah yang sedang di hadapi oleh para tokoh.

5. Resolusi, pada bagianini merupakan suatu inti pemecahan masalah dari masalah masalah yang di hadapi tokoh, dan menjadi akhir penyelesaian masalah pakah dapat berakhir dengan baik atau pun berakhir dengan tidak baik

6. Koda atau reorientasi, merupakan akhir cerita yang berisi kesimpulan suatu cerita dan menjadi penutup yang berisi amanat dan pesan moral yang dapat di petik atau di teladani dari teks cerita fiksi.


CIRI CIRI BUKU FIKSI

·Bersifat rekaan atau imajinasi

·Menggunakan bahasa yang konotatif atau tidak sebenarnya

·Tidak mempunyai sistematika yang baku

·Memiliki pesan moral atau amanat yang disampaikan kepada pembaca

·Ketika dibaca ceritanya membuat pembaca menjadi merasakan yang sedang diceritakan.


KAIDAH KEBAHASAAN BUKU FIKSI

·Menggunakan perumpamaan yang sering digunakan untuk membandingkan sebuah benda atau yang seing disebut juga dengan METAFORA

·Menggunakan kata ganti tertentu dan gaya bahasa yang digunakan memiliki pertalian yang kuat atau sering disebut juga dengan METONIMIA

·Menggunakan persamaan atau SIMILE, yang digunkan sebagai pendamping yang menyatakan sesuatu   


Buku NonFiksi

PENGERTIAN BUKU NON FIKSI

Cerita non fiksi adalah cerita yang di buat berdasarkan fakta yang benar benar terjadi di kehidupan sehari hari. Dengan kata lain cerita non fiksi adalah cerita yang benar terjadi buakan imajinasi pengarang. Sehingga semua hal yang dituliskan benar terjadi dalam kehidupan sehari hari dan bukan rekaan.

Perbedaan fiksi dan non fiksi terletak pada imajener atau fakta dan tidak fakta (rekaan), namun dengan perbedaan tersebut tidak mengubah gaya bahasa yang digunakan dalam pembuatan cerita. Bahasa yang di gunakan bersifat denotative yang mengarang pada pengertian yang terbatas.


STRUKTUR NON FIKSI

Struktur non fiksi hamper sama dengan struktur novel yaitu ada 3 struktur sebagai berikut:

1. Orientasi,bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh yang terlibat dalam cerita dan bagian ini pula yang menjadi bagian awal dari penjelasan dari teks cerita fiksi di sebuah novel

2. Urutan peristiwa, berisi urutan peristiwa yang terjadi dala cerita mulai dari awal permasalahan sampai akhir permasalahan.

3. Reorientasi, merupakan akhir cerita yang berisi kesimpulan suatu cerita dan menjadi penutup yang berisi amanat dan pesan moral yang dapat di petik atau di teladani dari teks cerita fiksi.


CIRI CIRI BUKU NON FIKSI:

1. Menyajikan temuan baru atau menyajikan temuan yang sudah ada namu di perbarui menggunakan fakta yang ditemukan kembali

2. Ide yang tertulis secara jelas da sistematis

3. Menggunakan istilah asing yang kadang dicampur seperti handphone, gadget.


KAIDAH KEBAHASAAN BUKU NON FIKSI

1. Menggukan kata baku yang terkesan resmi dan formal

2. Cerita yang dituliskan terkesan santai cerita demi cerita yang terjadi dikrehidupan sehari hari

3. Mengukakan kat asing dan kata yang belum termasuk kata serapan


LANGKAH LANGKAH MENGANALISIS BUKU FIKSI DAN NON FIKSI

1. Membaca teks ulang dalam buku

2. Memeahami teks dala buku

3. Menyimpulkan amanat yang tersirat ataupun tersurat

 

Literasi Buku Fiksi dan Non Fiksi

Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita atau kejadian yang tidak sebenarnya. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang berisikan kejadian sebenarnya yang disampaikan menurut pendapat/opini/kajian penulis.

Dengan kata lain, buku fiksi adalah buku yang di dalamnya berisi cerita rekaan atau khayalan. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan.

Contoh buku fiksi yaitu buku cerita anak, dongeng, novel, cerita pendek (cerpen), fabel, dan komik.

Contoh buku nonfiksi yaitu buku pelajaran, buku ensiklopedia, esai, jurnal, dokumenter, biografi, dan laporan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, disertasi).

Unsur-Unsur Buku Fiksi dan Non Fiksi

Unsur-unsur buku fiksi meliputi bagian:

·Cover Buku

·Rincian Sub Bab Buku

·Judul Sub Bab

·Tokoh dan Penokohan

·Tema Cerita

·Bahasa yang digunakan

·Penyajian alur cerita


Sedangkan unsur-unsur buku nonfiksi meliputi bagian:

·Cover Buku

·Rincian Sub Bab Buku

·Judul Sub Bab

·Isi Buku

·Cara menyajikan isi buku

·Bahasa yang digunakan

·Sistematika penulisan

Dalam hal kegiatan mengomentari buku fiksi dan nonfiksi, unsur-unsur yang tertera di atas merupakan acuan dasar. Boleh saja semua unsur dimasukkan ke dalam komentar, boleh juga hanya sebagian.


Langkah Menyusun Tanggapan terhadap Buku yang dibaca

1. Jenis Buku

Jenis/bentuk buku itu apakah roman, novel, biografi, atau yang lain. Selain itu seorang resentator menyebutkan juga buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.

2. Keaslian Ide

Buku itu apakah benar-benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau merupakan jiplakan dari buku lain yang pernah terbit.

3. Bentuk

Bagaimana mengenai bentuk atau format dari buku itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.

4. Isi dan Bahasa

Dilihat dari segi isi, resentator perlu memperhatikan unsur-unsur intrinsiknya, yaitu tentang tema, alur, perwatakan, sudut pandang dan sebagainya.

Bahasa dalam buku itu dapat ditinjau dari segi struktur kalimat, gaya bahasa/style, ungkapan dan lain-lain. Apakah bahasa yang digunakan memakai bahasa sehari-hari yang segar tidak menjemukan, mudah dimengerti oleh pembaca, dan sebagainya. Mudah dipahami atau sukar diterima pembaca. Pengujian materi mendapat perhatian juga dari resentator.

5. Simpulan

Akhirnya seorang penulis resensi harus dapat menyimpulkan, apakah buku itu baik dan perlu dibaca atau tidak.

·menulis data buku yang dibaca,

·menulis ikhtisar isi buku,

·mendaftar butir-butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku,

·menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku, dan

·memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh.


Sebuah resensi harus memuat hal-hal sebagai berikut :

1. Data buku atau identitas buku

a. Judul buku

Jika buku yang akan kamu resensi adalah buku terjemahan, akan

lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut.

b. Penulis atau pengarang

Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus

menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.

c. Nama penerbit

d. Cetakan dan tahun terbit

e. Tebal buku dan jumlah halaman

2. Judul Resensi

Judul resensi boleh sama dengan judul buku, tetapi tetap dalam konteks buku itu.

3. Ikhtisar Isi Buku

Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang hendak diresensi. Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman. Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan harus sesuai dengan urutan karangan atau buku aslinya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat ikhtisar isi buku adalah sebagai berikut.

a. Membaca naskah/buku asli

Penulis ikhtisar harus membaca buku asli secara keseluruhan untuk

mengetahui gambaran umum, maksud, dan sudut pandang pengarang.

b. Mencatat gagasan pokok dan isi pokok setiap bab

c. Membuat reproduksi atau menulis kembali gagasan yang dianggap

penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan yang padu.

4. Kelebihan dan Kekurangan Buku

Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kelemahan buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.

5. Kesimpulan

Penulis resensi harus mengemukakan apa yang diperolehnya dari buku yang diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan nama kamu selaku peresensi.


Hubungan Antar Unsur Buku Fiksi / Non Fiksi

Dengan mengamati setiap unsur yang yang terkandung di dalam buku fiksi dan nonfiksi, kita dapat menyimpulkan bahwa sebagian unsur memiliki kesamaan dan sebagian yang lain berbeda. Unsur yang sama-sama dimiliki baik buku fiksi maupun buku nonfiksi yaitu:

·Sampul / Cover

·Sub Bab

·Judul Sub Bab

Dalam hal perbedaan, buku nonfiksi memiliki isi yang ilmiah/aktual/faktual, disajikan dengan bahasa baku, dan memiliki sistematika penulisan standar. Sedangkan buku fiksi memiliki tokoh dan penokohan sebagai pelaku cerita, didukung dengan tema, disajikan dengan bahasa variatif (biasanya tidak baku), dan dilengkapi dengan alur cerita yang beraneka ragam.


Sumber

1.https://mradit-indonesia.blogspot.com/2019/11/pengertian-strukturciri-ciri-kaidah.html

2.https://istianibi66.wordpress.com/2019/04/10/bab-8-literasi-unsur-buku-fiksi-dan-nonfiksi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teks Ekplanasi

Teks Eksplanasi dari Iklan Pizza Indentifikasi Fenomena Piza (menurut KBBI) (atau pizza) adalah hidangan gurih dari Italia sejenis adonan bu...